Masih Bertanya-Tanya ASI Berasal Dari Mana? Ini Dia Jawabannya

Tak perlu ditanyakan lagi ASI berasal dari mana, ya, pastinya dari seorang ibu. Tapi bagaimana seorang ibu dapat memproduksi ASI? Kenapa hanya ibu melahirkan yang dapat memproduksi ASI? Nah, hal inilah yang akan kita bahas.

ASI berasal dari jaringan payudara yang sebenarnya memang sudah ada sejak janin dengan jenis kelamin perempuan tumbuh ddalam rahim ibunya. Jalan produksi ASI ini telah disiapkan untuk mengalirkan ASI ke payudara kanan dan kiri.

Setelah menginjak masa remaja, tubuh seorang wanita akan memproduksi hormon esterogen. Hormon esterogen inilah yang akan mendorong payudara secara perlahan-lahan berkembang dan semakin membesar.

Payudara tersusun dari jaringan ikat, kelenjar air susu dan jaringan lemak. Di antara ketiga jaringan penyusun payudara tersebut, jaringan lemak merupakan komposisi paling dominan. Hal inilah yang menentukan seberapa ukuran payudara wanita, meski demikian, banyak sedikitnya produksi ASI tidak ditentukan dari besar maupun kecilnya payudara. Sebab penghasil utama ASI bukanlah berasal dari jaringan lemak, tapi ASI berasal dari kelenjar air susu.

Disaat seorang ibu melahirkan bayi, maka secara alami jaringan lemak yang ada di dalam payudaranya akan menyusut dan kemudian berganti menjadi jaringan air susu dengan jumlah yang melonjak beratus kali lipat. Akibatnya payudara ibu membesar karena adanya jaringan susu tersebut.

Terdapat 15 sampai 20 kantung penghasil susu pada setiap payudara, yang terhubung dengan saluran susu dan kemudian terkumpul di dalam puting. Jaringan air susu ini bercabang-cabang hingga ke daerah sekitar dada. Disetiap daerah hilir saluran air susu tersebut terdapat dompolan bulatan super kecil yang menjadi pusat produksi ASI. Dari pusat produksi ASI ini, ASI kemudian dialirkan menuju puting susu.

Sebelum diperlukan, ASI akan dikumpulkan dalam jaringan khusus penampung ASI yakni pada daerah puncak payudara di sekitar bulatan hitam yang mengelilingi puting susu.  Jadi begitu sang bayi menginginkan ASI, stoknya sudah siap di sekitar puting susu.

Air susu tidak diproduksi selama masa kehamilan karena ada beberapa faktor yang menekan pelepasan hormon prolactin, salah satunya berkat kerja hormon estrogen. Bisa Anda bayangkan apabila ASI sudah diproduksi sejak awal kehamilan namun belum ada yang mengisapnya, lantas para ibu harus membuang ASI setiap hari, mubazir bukan?

Pada awal menyusui, mungkin beberapa ibu harus menunggu agak lama agar ASInya bisa keluar dengan sempurna. Namun hal ini dapat diatasi dengan memperhatikan komposisi nutrisi dan kecukupan porsi makan.

Kurang siapnya seorang ibu menyusui bayinya biasanya bisa diamati dari bayi baru mulai menyusu, yaitu rasa nyeri, perih, ngilu dan sakit pada payudara. Refleks menyusui yang sudah bekerja baik akan mengalirkan ASI seketika saat bayi mengisap puting susu ibunya. Bahkan ASI akan terus jika terlalu lama tidak diisap oleh bayi.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ASI berasal dari kelenjar susu yang ada pada payudara perempuan dan hanya dapat diproduksi oleh ibu melahirkan.

You May Also Like

About the Author: kiyomaru

Hi Bunda? Mau Pesan Madu ASI UMI nya?
Atau Mau tanya tanya dulu silahkan Klik Tombol Dibawah

Bunda Order Via WhatsApp Yuk